Thursday, 1 December 2016

Cerita di Balik Desa Pocong, Pulau Madura


Pulau Madura terletak di sebelah Timur kota Surabaya, atau berada di sebelah Timur laut Pulau Jawa. Pulau Madura adalah salah satu pulau yang menyimpan keunikan-keunikan yang patut untuk diketahui dan pulau ini juga sangat terkenal dengan kuliner khasnya yang sudah tak asing bagi kita semua, Sate Madura. Pulau Madura pun juga menyimpan berjuta pesona alam yang luar biasa, terutama keindahan pesisir pantainya yang indah untuk dinikmati bagi para pengunjung Pulau Madura.

Madura sudah tak asing bagi telinga namun kali ini Desa Pocong telah menarik perhatian untuk menelusuru cerita dibalik nama desa tersebut. Desa Posong berada di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Konon pada zaman dahulu desa ini masih belum diberikan nama karena hanya ditempati oleh beberapa penduduk dan saat itu tempat ini masih berupa hutan yang banyak ditumbuhi oleh pepohonan yang sangat lebat dan semak belukar.

Menurut link yang saya kutip (http://www.terseram.com/2016/09/unik-inilan-asal-usul-nama-desa-pocong.html ), nama “Pocong” hadir ketika salah satu penduduk setempat meninggal dunia dan dikebumikan sesuai dengan adat istiadat penduduk setempat. Ketika malam tiba, penduduk yang meninggal tersebut bangkit dari kubur yang menyerupai pocong sambil melompat menyelusuri hutan hingga masuk kedalam permukiman penduduk setempat. Kejadian ini terjadi hampir setiap malam hingga 40 hari lamanya, tak heran bila banyak penduduk yang engga untuk keluar rumah pada malam hari.

Kejadian serupa terus terjadi berulang kali setiap ada penduduk yang meninggal dunia, baik sang keluarga yang ditinggalkan maupun warga sekitar selalu dihantui oleh kehadiran pocong tersebut. Hal itu menyebabkan warga setempat mengambil inisiatif untuk membabat hutan dan semak belukar yang ada disekitar desa agar tampak lebih rapih dan menghilangkan kesan menyeramkan. Itulah cerita di balik nama Desa Pocong.

Namun dibalik kisahnya yang menyeramkan tidak membuat para masyarakat diluar Pulau Madura menjadi takut untuk berkunjung ke tempat tersebut. Seperti salah satu mahasiswa Universitas Bunda Mulia bernama Irvan Marsil yang sempat saya wawancarai “Next untuk liburan semester berikutnya saya akan mencoba untuk menelusuri Desa Pocong secara langsung untuk memacu adrenalin”.

No comments:

Post a Comment